Nieuwsdetails

Stok Pupuk Subsidi 2026 Aman, Kementan Jaga Produksi dan Pasokan Nasional Musim Tanam

umum

Admin Utama

Stok Pupuk Subsidi 2026 Aman, Kementan Jaga Produksi dan Pasokan Nasional Musim Tanam

Kementerian Pertanian memastikan produksi pertanian nasional tetap terjaga dengan menjamin kecukupan sarana produksi pada musim tanam 2026, termasuk ketersediaan pupuk subsidi. Pemerintah menegaskan bahwa stok pupuk subsidi nasional dalam kondisi aman dan sangat mencukupi untuk mendukung kebutuhan petani di berbagai wilayah.

 

Berdasarkan data realisasi penyaluran per 28 Februari 2026, pupuk subsidi yang telah tersalurkan mencapai sekitar 14,46 persen dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton. Artinya, lebih dari 85 persen alokasi masih tersedia dan akan didistribusikan secara bertahap mengikuti jadwal tanam dan kebutuhan riil di masing-masing daerah.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan seluruh instrumen pendukungnya tersedia secara memadai.

 

“Alokasi pupuk subsidi tahun 2026 sebesar 9,55 juta ton dan penyaluran terus berjalan. Dengan realisasi yang masih sekitar 14 persen, stok nasional dalam kondisi aman. Pemerintah menjamin kebutuhan petani pada musim tanam ini tetap terpenuhi,” ujar Mentan Amran.

 

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alamsyah menambahkan, pupuk subsidi yang terdiri atas Urea, NPK, ZA, Organik, serta NPK Formula Khusus tersedia sesuai alokasi nasional dan disalurkan berbasis kebutuhan wilayah. Sistem distribusi berbasis data melalui eRDKK menjadi dasar agar penyaluran tepat sasaran.

 

“Yang perlu dipastikan adalah petani sudah terdaftar dalam eRDKK karena itu menjadi dasar penebusan. Jika terdapat kendala administrasi, pemerintah daerah bersama penyuluh memfasilitasi perbaikan data agar hak petani tidak hilang,” tegasnya.

 

Ia menegaskan bahwa petani dapat memanfaatkan pupuk bersubsidi pada  musim tanam ini dengan optimal karena ketersediaan pupuk subsidi terjaga.

 

“Secara nasional stok tersedia dalam kondisi aman. Tidak ada kesulitan dalam penebusan pupuk bersubsidi. Petani harus memastikan dirinya terdaftar di eRDKK, jika belum terdaftar segera input dan ajukan usulannya pada musim tanam berikutnya.” tambah Andi

 

Ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis data menjadi fondasi akuntabilitas distribusi pupuk subsidi, sehingga prinsip tepat harga, tepat jenis, tepat jumlah, tepat mutu, tepat penerima, tepat tempat, dan tepat waktu dapat dijaga secara konsisten.

SHARE :

© Copyright 2024, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian - Kementerian Pertanian RI