Ditjen PSP Kementan Konsolidasikan Hasil Pembangunan Semester I Untuk Wilayah Tengah dan Timur

Ditjen PSP Kementan Konsolidasikan Hasil Pembangunan Semester I Untuk Wilayah Tengah dan Timur

BANTEN – Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian melakukan konsolidasi Hasil Pembangunan Pertanian Ditjen PSP Semester I Tahun Anggaran 2020 untuk Wilayah Tengah dan Timur, Rabu (26/08/2020). Kegiatan ini membahas berbagai agenda utama Ditjen PSP Kementan dari optimalisasi lahan rawa, alsintan, hingga pupuk bersubsidi.

Dalam arahan Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, yang disampaikan oleh Sesditjen PSP mengatakan konsolidasi ini merupakan kegiatan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilangsungkan selama Semester I, tepatnya periode Januari-Juli tahun 2020.

“Evaluasi ini merupakan bentuk pengawalan dan antisipasi dini atau early warning. Sehingga diharapkan pelaksanaan kegiatan telah berlangsung sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan. Sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi kami dalam penyelesaian anggaran tahun 2020 dan juga perencanaan anggaran di TA 2021,” ujarnya.

Sarwo Edhy menambahkan, banyak tantangan dan kendala yang dialami, baik dari sisi penganggaran seperti pemotongan dan revisi anggaran.

“Ada juga sisi teknis dan administrasi pelaksanaan kegiatan, serta darurat Covid-19 maupun aspek lainnya, seperti pergantian atau rotasi pejabat di daerah. Hal ini berdampak pada penundaan atau terhambatnya pelaksanaan kegiatan Ditjen PSP secara keseluruhan,” ujarnya.

Dengan sisa waktu 4 bulan di tahun 2020, Sarwo Edhy meminta agar semua pihak lebih intensif, fokus, dan bekerja lebih giat, bekerja lebih keras dan cerdas untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan Ditjen PSP dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Khususnya, pada sektor yang belum menunjukkan realisasi dan percepatan yang baik.

“Memang ada beragam kendala dan tantangan, tapi kita harus hadapi bersama, baik di pusat dan daerah. Namun, saya yakin dengan bekerja lebih terencana dan terkoordinasi, maka solusi atau pengambilan keputusan yang tepat akan dapat lebih mempercepat pelaksanaan kegiatan. Sekaligus mencari solusi guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi,” katanya.

Ditambahkannya, Ditjen PSP memiliki beragam kegiatan utama, ada kegiatan optimasi lahan rawa, irigasi pertanian, penyaluran dan pemanfaatan alat mesin pertanian, serta asuransi pertanian (AUTP dan AUTS). Kegiatan utama ini perlu mendapat perhatian yang lebih serius.

“Harus dilakukan pembinaan, pengawalan, dan pengawasan. Kegiatan utama ini harus dilakukan dengan lebih intensif dan cermat sehingga berbagai hambatan dalam pelaksanaannya dapat diminimalisir,” harapnya.

Untuk itu, Sarwo Edhy mengingatkan seluruh pejabat dan jajarannya di lingkup dinas pertanian untuk tetap melakukan tertib administrasi serta bimbingan dan pengawalan pemanfaatan bantuan pemerintah tersebut. Caranya dengan menerapkan sistem BAST Online akan membantu dan memberikan kemudahan bagi Pusat dan Daerah dalam tata kelola administrasi penyaluran alat dan mesin pertanian tersebut.

“Dengan konsolidasi dan evaluasi ini, kita berharap penyerapan anggaran menjadi lebih maksimal, kinerja pun menjadi lebih baik khususnya di sisa 4 bulan di tahun 2020 ini. Kegiatan yang dilakukan tahun 2020 juga bisa menjadi acuan untuk tahun selanjutnya sehingga hasilnya akan lebih baik dari tahun ke tahun. Dan peningkatan kesejahteraan petani serta kemandirian pangan di Indonesia bisa tercipta,” pungkasnya.(*)

Post a Comment