DENGAN KEGIATAN RJIT STOK BERAS NASIONAL MENCUKUPI

DENGAN KEGIATAN RJIT STOK BERAS NASIONAL MENCUKUPI

Kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) telah memberikan dampak pada ketersediaan air bagi lahan-lahan sawah petani. Hal ini menyebabkan panen bisabdua sampai tiga kali dalam setahun. Sehingga dapat tercukupinya stok beras nasional.

Menurut Menteri Pertanian – Syahrul Yasin Limpo, persediaan beras untuk memenuhi kebutuhan nasional sampai bulan Desember 2020 bahkan sampai awal tahun 2021 diperkirakan aman.

Untuk mempertahankan stok beras sampai Desember 2020, Kementerian Pertanian melakukan akselerasi tanam padi MT II seluas 5,6 juta hektar dengan menggerakan seluruh komponen sumber daya dan ketersediaan air yang cukup di sentra produksi.

Ketersediaan air irigasi merupakan komponen penting bagi usaha tani. Untuk itu, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian telah melaksanakan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) yang dilaksanakan di seluruh provinsi. Pada tahun 2019 yang lalu, telah direalisasikan 133.975 hektar RJIT . Diharapkan mampu memberikan dampak pada peningkatan produksi beras.

Dengan kegiatan ini berharp lahan-lahan sawah petani tidak mengalami kekeringan, sehingga indeks pertanaman (IP) bisa ditingkatkan. Dampaknya adalah produksi beras nasional meningkat dan stok beras yang melimpah.

Seperti yang dikatakan Menteri Pertanian bahwa stok awal beras pada tahun 2020 sekitar 5,94 juta ton dan menurut BPS pada akhir tahun 2020 akan terdapat surplus beras sekitar 6,11 juta ton. Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional sampai awal tahun 2021.**/Humas PSP.

Post a Comment