About Us

LAYANAN SERTIFIKASI ALAT DAN MESIN PERTANIAN


Visi

LS Pro AlsintanDitjen PSP menjadiLembagaSertifikasiProdukAlsintan yang terpercaya di tingkatNasional.

Misi

1. Memberikan pelayanan sertifikasi untuk menjamin kualitas produk sesuai persyaratan Komite Akreditasi Nasional (KAN).

2. Mengembangkankerjasamabidangsertifikasialsintan.

3. MeningkatkankompetensiSumberDayaManusiapengelola LS Pro alsintanDitjen PSP.

Kebijakan Mutu

LS Pro Alsintan Ditjen PSP melayani jasa sertifikasi alat mesin pertanian secara mandiri dan tidak diskriminatif serta menjaga kerahasiaan dan menjamin hasil sertifikasi yang di dukung oleh personil kompeten dan profesional sehingga dapat memenuhi kepuasan pelanggan.

Sasaran Mutu

Tercapainya konsistensi mutu pelayanan sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) dengan kriteria waktu penyelesaian Penerbitan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah hasil keputusan Komisi Teknis Alsintan.

Komitmen Mutu

Untuk mencapai kebijakan dan sasaran mutu, manajemen LS Pro Alsintan Ditjen PSP menetapkan, menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu yang memenuhi SNI ISO/IEC 17065 : 2012 serta seluruh personel yang terkait berpartisipasi aktif dalam penerapan dan pemeliharaan sistem manajemen mutu jasa pelayanan SPPT SNI secara efektif dan efisien.

Struktur Organisasi


Penanganan Keluhan dan Banding

Penanganan Keluhan dan Perselisihan

1. Apabila pelanggan tidak puas terhadap hasil sertifikasi yang diterbitkan oleh LS Pro Alsintan Ditjen. PSP, pelanggan dapat mengajukan keluhan kepada Manajer Puncak LS Pro Alsintan Ditjen. PSPsecaratertulis.

2. Keluhan pelanggan dilayani sejak pengajuan permohonan sampai habis masa berlakunya sertifikat.

3. Manajer Administrasi bersama Manajer Mutu dan Manajer Teknis mengidentifikasi keluhan yang diajukan oleh Pemohon.

4. Apabila masukan dari pelanggan berpotensi menyebabkan konflik terhadap pengoperasian prosedur LS Pro,makaLS Pro akan mendokumentasikan alasan untuk tidak mengikuti masukan tersebut.

5. Apabila penyebab keluhan terkait dengan teknis sertifikasi, Manajer Teknis berkewajiban menangani keluhan untuk diselesaikan.

6. Setelah diselesaikan Manajer Teknis menyampaikan hasil penyelesaian kepada Manajer Administrasi untuk disampaikan kepada Pemohon yang bersangkutan.

Banding

1. Apabila pelanggan tidak menerima hasil penanganan keluhan yang disampaikan oleh Manajer Administrasi, Pelanggan berhak mengajukan n banding kepada LS Pro Alsintan DITJEN. PSP secara tertulis.

2. Berdasarkan permohonan banding tersebut, LS Pro Alsintan Ditjen. PSP akan mengundang Dewan Pengarah untuk melaksanakan sidang naik banding.

3. Pada sidang banding, Manajer Mutu dan pelanggan menyampaikan materi banding.

4. Hasil sidang banding akan disampaikan kepada pelanggan melalui Manajer Mutu.

5. LS Pro Alsintan Ditjen. PSP wajib menjaga kerahasiaan hasil sidang banding.

6. Keputusan banding harus diterima oleh kedua belah pihak.

7. Keputusan banding akan ditinjau apabila diperlukan.

8. Apabila pelanggan tidak puas terhadap hasil sidang banding maka pelanggan boleh mengajukan keluhan terhadap LS Pro Alsintan Ditjen. PSP kepadaKomite Akreditasi Nasional (KAN) dan pengadilan yang ditunjuk.

9. Dalam kasus dimana banding dan tanggung gugat disetujui, sehingga SPPT SNI diberlakukan kembali, pelanggan yang bersangkutan dapat mengajukan klaim untuk pengembalian biaya atau kerugian lainnya yang timbul sebagai akibat dari pembekuan sementara atau pencabutan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI. Biaya tanggung gugat dibebankan pada APBN.

Hak dan Kewajiban Pelanggan

1. Penerima SPPT SNI setuju untuk menjaga dan mengendalikan kesesuaian produk yang diproduksi dan dipasok olehnya yang telah disertifikasi oleh LS Pro.

2. Sehubungan dengan ketentuan tersebut, LS Pro memberi wewenang kepada Penerima SPPT SNI untuk membubuhkan tanda SNI pada produk yang dimaksud dalam dokumen SPPT SNI sesuai dengan skema sertifikasi produk yang ditetapkan oleh LS Pro.

3. Penerima SPPT SNI setuju bahwa personel yang mewakili LS Pro Alsintan memiliki akses dan tidak dihalangi untuk mengakses pabrik dan/atau fasilitas produksi yang berkaitan dengan produk yang tercakup dalam SPPT SNI, dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu selama jam kerja yang normal berlaku pada fasilitas tersebut.

4. Penerima SPPT SNI setuju bahwa produk sebagaimana dimaksud dalam SPPT SNI akan diproduksi sesuai dengan spesifikasi yang sama dengan contoh atau sampel produk yang telah diperiksa dan diuji serta dinyatakan memenuhi standar yang diacu oleh LS Pro Alsintan .

5. Penerima SPPT SNI setuju untuk:

  • Setiap saat memenuhi persyaratan SPPT SNI;
  • Hanya mengklaim bahwa produknya telah disertifikasi sesuai dengan ruang lingkup Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI yang dimilikinya;
  • Menerima pengawasan berkala minimal setahun sekali;
  • Tidak menyalahgunakan SPPT SNI atau SNI marking yang dapat merusak reputasi SPPT SNI, dan tidak diperbolehkan untuk membuat pernyataan yang tidak benar menurut LS Pro Alsintan, serta harus segera mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki penggunaan/pernyataan yang tidak benar tersebut;

Pendaftaran Permohonan Sertifikasi

Alur Proses Sertifikasi