12 Februari 2018,9:03 am | Dilihat .

Ditjen PSP Dorong Kerja Ekstra Pelaksanaan Program 2018

BANJARMASIN, PSP - Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian - Pending Dadih Permana berpesan agar program Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian tahun anggaran 2018 yang telah direncanakan dan dìsepakati bersama segera dieksekusi dan dilaksanakan dengan kerja ekstra dari seluruh unsur yang terlibat baik di daerah maupun pusat.

"Pembangunan kedepan diperlukan kerja ekstra dari kita semua dalam rangka mengeksekusi seluruh instrumen program yang telah direncanakan bersama", kata Dadih pada rapat teknis pengelolaan anggaran Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian di Banjarmasin (6/2/2018).

Dalam pelaksanaan program tersebut, Dadih berharap adanya pengawalan dan optimalisasi  pemanfataannya dari program yang dilaksanakan tersebut.

Sebagai institusi pendukung atau supporting bagi ditjen komoditas, maka instrumen program Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian pada tahun 2018 mendukung subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Untuk itu, instrumen program tersebut selalu dikomukasikan dengan ditjen komoditas. Namun demikian, dalam distribusinya dilaksanakan secara proporsional sesuai dengan prioritas kegiatan.

Pembangunan kedepan akan difokuskan pada penanganan lahan rawa yang memiliki potensi sebagai lumbung pangan. Menurut Dadih, kehidupan masyarakat tani di daerah rawa sangat sulit. Mereka hanya bisa panen setahun sekali (IP 100) dengan produktivitas 3,5 - 4 ton per hektar. Sering pembibitan dilakukan sampai tiga kali karena bibit terendam. Melalui penanganan yang benar diharapkan lahan rawa tersebut dapat ditingkatkan IP serta provitasnya. Sehingga dapat meningkatkan kehidupan masyarakat tani di wilayah tersebut.

Indonesia memiliki potensi lahan rawa sangat besar tapi belum dimanfaatkan optimal. Ada 34,4 juta hektar terdiri dari 20,1 juta hektar rawa pasang surut dan 13,3 juta hektar rawa lebak. Potensi lahan tersebut akan digarap dalam rangka optimalisasi lahan untuk peningkatan produksi pangan nasional. Dan pada tahun 2018 akan dikembangkan seluas 51.250 hektar di delapan provinsi di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dadih menjelaskan bahwa kegiatan yang akan dilakukan dalam penanganan lahan rawa tersebut adalah melalui perbaikan atau  penyempurnaan infrastruktur lahan pertanian seperti pembuatan tanggul, penataan jaringan irigasi dan bangunan pelengkapnya, dan pemasangan pompa air. Selain itu dilaksanakan juga perbaikan kesuburan lahan dengan cara pemberian sarana produksi dan pembenah tanah.

Realisasi anggaran Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian tahun 2017 sebesar 91,95 persen. Dadih berpesan supaya realisasi tersebut bisa ditingkatkan lagi pada tahun 2018. Kekurangan yang ada pada tahun 2017 yang menyangkut  aspek alsintan, irigasi, lahan, pupuk dan pembiayaan agar bisa diperbaiki pada tahun 2018.**/Humas PSP.

Statistik Pengunjung
7580
Hits Hari Ini 131
Total Hits7580