5 Januari 2018,4:23 pm | Dilihat .

Izin Edar Pestisida yang Sudah Lama Supaya Direvisi

JAKARTA, PSP - Pendaftaran pestisida merupakan salah satu fungsi pengawasan. Untuk itu, agar produk-produk pestisida yang sudah tidak berproduksi segera dicabut, dan buku hijau segera direvisi. Jangan sampai ada kesan kita menjual izin. Khususnya produk-produk yang paling lama dan sudah belasan tahun tapi belum direvisi, karena izin edar produk ada periodenya. Demikian papar Drijen Prasarana dan Sarana Pertanian - Pending Dadih Permana dalam acara rapat dengan Komisi Pestisida dan instansi terkait di Jakarta (4/1/18).

Dalam kesempatan tersebut, Dadih Permana berharap adanya masukan-masukan dari peserta rapat dalam berbagai hal tentang pestisida, khususnya dalam rangka revisi perubahan atas peraturan Menteri Pertanian nomor 39/Permentan/SR.330/7/2015 tentang Pendaftaran Pestisida. Masukan tersebut berupa aspek teknis, aspek pestisida serta aspek regulasinya. Kerena ketiga aspek ini tidak terpisahkan. Termasuk masukan tentang sanksi-sanksi bila ada pelanggaran.

Menyinggung masalah prosedur masuknya bahan berbahaya termasuk bahan baku pembuatan pestisida, Dadih Permana berharap agar memperhatikan program reformasi Kepabeanan dan Cukai. Menurutnya, pemasukan bahan berbahaya sesuai peraturan kepabeanan, tidak adanya reekspor bagi bahan berbahaya, sehingga tidak mungkin pemeriksaan dilakukan di post border. Jalan keluarnya adalah pemusnahan. Sedangkan biaya pemusnahan lebih besar dari biaya produksi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pupuk dan Pestisida - Muhrizal Sarwani bersama Komisi Pestisida dan instansi terkait melaksanakan pembahasan tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pertanian nomor 39/PERMENTAN/SR.330/2015 tentang Pendaftaran Pestisida.

Pembahasan usulan perubahan khususnya perubahan pada Pasal I yang membahas bahan berbahaya dan beracun (B3).

Statistik Pengunjung
60962
Hits Hari Ini 312
Total Hits60962