27 Februari 2017,8:30 am | Dilihat .

Ditjen PSP Sebagai Lembaga Supporting Ditjen Komoditas

Daerah Istimewa Yogyakarta-Ditjen PSP, Sebagai bentuk Keseriusan Kementerian Pertanian dalam rangka menuju Swasembada Pangan. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian melakukan langkah-langkah dan kebijakan strategis yang dapat mendukung swasembada pangan. Untuk melaksanakan hal tersebut Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec. Dev melakukan Rapat teknis dan pengelolaan anggaran Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian bersama Kepala Bidang yang membidangi prasarana dan sarana pertanian seluruh Indonesia untuk wilayah tengah, di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dirjen PSP memaparkan bahwa Ditjen PSP merupakan salah satu Eselon satu di Kementerian Pertanian yang sifatnya sebagai lembaga supporting bagi Eselon satu yang menangani komoditas yang fungsinya mengawal, memastikan bahwa komoditas pertanian yang ada di Indonesia ini bisa menjadi landasan kekuatan menjamin kedaulatan pangan bangsa kita. “Kita sudah menetapkan ada 7 komoditas di tahun awal di mana memang fokus sebagian besar dari tugas kita berada pada wilayah tanaman pangan”, demikian tutur Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian – Ir. Pending Dadih Permana, Mec. Dev, dalam sambutan acara Pertemuan Teknis Kegiatan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian TA. 2017 di Daerah Istimewa Yogyakarta (22/02/2017).

Menurutnya, Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (Dinas Pertanian) di minta jangan jalan sendiri. Ia berpesan agar memastikan yang dilakukan itu sudah sinkron dengan bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan yang kita back up untuk peternakan misalnya embung ternak yang kita back up. Karena Ditjen PSP merupakan lembaga supporting untuk komoditas sehingga kita dapat merancang yang di butuhkan sehingga memastikan komoditas berhasil. Sehingga, di harapkan Dinas Pertanian harus proaktif, lebih lanjut Dirjen PSP menyinggung tentang bantuan terkait BAST (Berita Acara Serah Terima) bantuan dari pusat kepada daerah yang berupa transfer barang dan transfer uang di daerah yang BAST-nya belum di selesaikan oleh Dinas Pertanian di daerah.

Dalam kata penutupnya, Dirjen PSP mengajak ke seluruh peserta pertemuan yang terdiri dari Wakil dari Dinas Provinsi, yaitu untuk bersama-sama memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada agar ke depan menjadi lebih baik, komunikasikan dengan Ditjen PSP apabila ada yang belum mengerti, “Lebih baik menyesal sekarang daripada menyesal di kemudian hari”, ungkapnya. (NSD)

Statistik Pengunjung
12990
Hits Hari Ini 142
Total Hits12990