19 Februari 2017,9:07 am | Dilihat .

Bersinergi, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian dan Ditjen Tanaman Pangan

Solo, (16/02/17) – Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec. Dev membuka Pemantapan Program dan Kegiatan Tahun 2017 di Solo Jawa Tengah, Kegiatan ini merupakan bentuk Sinergi Ditjen tanaman Pangan dan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian dalam upaya mencapai peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir Sumarjo Gatot Irianto, MS.DAA,  Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian  dan Perkebunan  Propinsi Jawa Tengah Ir. Yuni Astuti, MA,  Kepala Dinas Pertanian seluruh Indonesia, Asisten Teritorial Kasad AD, Asisten Teritorial Kodam Seluruh Indonesia dan Kepala Seksi Teritorial Korem Seluruh Indonesia.

Dalam arahannya Dirjen PSP mengingatkan kepada Dinas Pertanian agar bantuan alsintan yang telah diberikan agar dimanfaatkan secara optimal. “Bantuan bukan hanya sekedar bantuan, tapi harus dikonsolidasikan pemanfaatannya dan operasionalnya ” ujar Dirjen PSP. Sementara untuk lahan, Ditjen Tanaman Pangan dan Ditjen Prasrana dan Sarana Pertanian harus mampu mengkonsolidasi lahan cetak sawah yang belum dimanfaatkan untuk ditanami komoditas Tanaman Pangan. 

Dirjen PSP menambahkan bahwa pada tahun 2015 dan 2016 Ditjen PSP telah berhasil membangun rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 2.900.486 ha, embung 1.793 unit, irigasi perpipaan 1.537 unit dan irigasi rawa 60.209 ha.

Pada kesempatan ini, Asisten Teritorial Mabes TNI AD Mayjen Komarudin Simanjuntak juga memberikan paparan terkait  dukungan TNI AD pada upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Selain materi-materi lain dari LKPP dan KPK serta BPKP tekait pengadaan barang dan jasa, pencegahan korupsi dan pengawasan pelaksanaan pembangunan tanaman pangan.

Statistik Pengunjung
12990
Hits Hari Ini 142
Total Hits12990