15 Maret 2016,9:00 am | Dilihat .

Serap Gabah Hasil Panen, Harga Stabil

Dirjen PSP mendampingi Menteri Pertanian, Minggu (13/3), melakukan panen di Desa Karanggering, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Hasil panen ini diharapkan mampu diserap secara maksimal oleh Bulog, sehingga stok beras cukup dan mampu menjaga stabilitas harga beras di tingkat petani. Kondisi stok beras yang memadai, mencukupi permintaan, kedepannya mampu membuat harga di tingkat konsumen relatif stabil.

Bupati Lamongan Fadeli, tuan rumah acara tersebut, mengatakan, hingga awal April masih tersedia lebih dari 53.000 hektar sawah siap panen. Dari luasan tersebut diperkirakan akan menghasilkan hampir 400.000 ton Gabah Kering Panen (GKP). Dibandingkan tahun sebelumnya, perkiraan produksi ini meningkat sekitar 50.000 ton.

Produksi sudah bagus, Bulog ditunggu perannya dalam menyerap gabah petani sesuai HPP. Ketika gabah terserap secara maksimal maka peran tengkulak semakin minimal. Kedua faktor tersebut akan berpengaruh terhadap stabilitas harga di tingkat petani. Maksimalnya penyerapan gabah petani juga berimplikasi positif terhadap stok beras Bulog. Sehingga ketika produksi turun (paceklik), harga beras di tingkat konsumen dapat ditekan kenaikannya.

Saat ini, harga Gabah Kering Panen (GKP) di Lamongan Rp 3.300 per kilogram. Setelah melalui proses penggilingan, menjadi beras, harganya Rp 6.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras di Bulog mencapai Rp 7.300 per kilogram, Rp 1.300 lebih mahal dari harga di penggilingan. Hal tersebut menjadi tantangan untuk perombakan mekanisme penyerapan produksi padi, sehingga selisih kemahalan dapat diminimalkan. Harapannya, ketika harga beras Bulog mendekati harga di penggilingan dan stok beras memadai, harga di tingkat konsumen stabil.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi, Pangdam V Brawijaya dan Kadivreg Bulog Jawa Timur.

Statistik Pengunjung
13021
Hits Hari Ini 173
Total Hits13021