17 Oktober 2015,5:02 pm | Dilihat .

Memberdayakan Masyarakat dengan UPPO dan Biogas

Palembang, (15/10) - Sejak 2 minggu lalu Siswadi dan anggota kelompoknya tidak lagi membeli gas LPG untuk memasak, dapur Siswadi sudah dialiri biogas hasil olahan kotoran ternak dibelakang rumahnya. Biogas juga mampu menyalakan listrik dan genset dirumah suwandi. “Sejak adanya biogas, sekarang sudah tidak beli LPG lagi dan lebih hemat” kata Siswadi Ketua Kelompok Tani Karya Sejati.

Biogas dibelakang rumah siswadi merupakan hasil dari kotoran ternak sapi. Limbah biogas juga dimanfaatkan suwandi dan anggota kelompoknya untuk diolah menjadi pupuk organik. Selain dipakai sendiri pembuatan pupuk organiknya pun sudah diperjualbelikan.

Siswadi dan kelompoknya mendirikan Kelompok Tani Karya Sejati sekitar 4 tahun lalu di kelurahan Sukajaya Kec. Sukarami Kota Palembang. Dengan beranggotakan 12 orang, Suwandi selain bercocok tanam di bidang hortikultura juga melakukan usaha penggemukan dan pengembangbiakan sapi serta pengolahan kotoran hewan.

Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 35 di Sumatera Selatan membawa berkah bagi Kelompok Tani Karya Sejati. Kelompok ini terpilih mendapatkan bantuan di bidang pemberdayaan masyarakat dengan pembangunan rumah UPPO dan pemanfaatan Biogas sebagai pilot percontohan pemanfaatan limbah ternak dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian. 
Dengan bantuan tersebut, siswadi dan kelompoknya mendapatkan tambahan ternak sapi sebanyak 10 ekor, kandang ternak, alat pencacah pupuk, kendaraan roda 3 sebagai alat angkut transportasi dan Biogas. Pakan ternak pun dengan mudah diangkut dengan kendaraan roda tiga. “Lebih cepat dan efisien pakai alat ini” ujar Siswadi

Dengan bantuan tersebut anggota KT Karya Sejati mendapatkan tambahan pemasukan dari penjualan pupuk organik. Dalam 1 hari, KT Karya Sejati mampu menghasilkan 50 karung pupuk organik dengan berat sekitar 12 kilogram. 1 kantong pupuk organik dijual seharga 10 ribu rupiah. Setelah dikurangi biaya operasional, kelompoknya mampu meraih untung sebesar 5 ribu rupiah/kantong. Kini Siswadi menargetkan memproduksi 100 karung/hari pupuk organik untuk memenuhi pesanan 3080 karung pupuk organik dari perusahaan perkebunan sawit.

Dengan adanya bantuan untuk pemberdayaan masyarakat ini, siswadi lebih semangat untuk menambah produksi pupuk organik demi kemajuan kelompok taninya.

Statistik Pengunjung
12994
Hits Hari Ini 146
Total Hits12994