29 September 2014,11:06 am | Dilihat .

Cerita Sukses : Produksi Pupuk Kompos Oleh Kelompok Tani Melalui Bantuan UPPO Ditjen PSP

Poktan Bina Karya Mandiri berlokasi di desa Krobogan Kaja Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung, propinsi Bali merupakan salahsatu poktan pelaksana kegiatan UPPO (unit Pengolah Pupuk organic) TA. 2012 dari Ditjen Prasarana dan sarana Pertanian. Bantuan UPPO dengan komponen berupa 32 ekor sapi, alat pengolah pupuk organic dan bangunan rumah kompos, saat ini telah memberikan progress keberhasilan yang menggembirakan. Keberhasilan terlihat selain dari meningkatnya jumlah ternak sapi yang semula berjumlah 32 ekor hingga menjadi 41 ekor, juga terlihat dari keberhasilan dalam memproduksi pupuk organic  berupa kompos sebesar 20-25 ton/bulan.

Proses pembuatan pupuk organik cukup sederhana. Nyoman menjelaskan bahwa pembuatan pupuk organic dilakukan dengan mencampurkan kotoran ternak sapi dengan bahan lain seperti kulit pisang, serbuk gergaji dan bahan Fermentasi yaitu mikro organisme lokal (MOL).  Proses fermentasi memerlukan waktu 21 hari, untuk selanjutnya dilakukan proses penggilingan dan pengemasan.

I nyoman Antara selaku ketua kelompok tani Bina Karya Mandiri mengungkapkan bahwa produksi  kompos yang dihasilkan selain sudah mencukupi kebutuhan anggota kelompoknya, juga telah mampu memasok permintaan pupuk organic sejumlah 20 ton/bulan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan pada TA. 2013. Pemenuhan kebutuhan pupuk organic dimaksud ditujukan untuk mendukung program pengembangan padi System of Rice of Intensification (SRI).  Pada tahun 2014 ini, ditargetkan dapat tercapai pemasokan pupuk organic sejumlah 220 ton/bulan, namun sampai dengan Bulan September ini baru dapat tercapai 180-190 ton/bulan. Biaya produksi untuk pembuatan pupuk organic tersebut sebesar Rp. 450/kg, namun penjualan pupuk organic bias melebihi biaya produksi yaitu sebesar Rp. 600/kg.

Statistik Pengunjung
13007
Hits Hari Ini 159
Total Hits13007