Rabu, 21 Mei 2014,9:39 am | Dilihat .

Pameran Perubahan Iklim (Indonesia Climate Change Education Forum & Expo) Ke-4 Tahun 2014

Dalam upaya sosialisasi mengenai perubahan iklim kepada masyarakat luas, Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) menyelenggarakan sebuah kegiatan bertajuk “Indonesia Climate Change Education Forum & Expo (ICCEFE)” yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke empat.

ICCEFE 2014 merupakan kegiatan forum dan pameran perubahan iklim yang melibatkan seluruh sektor terkait dalam perubahan iklim di Indonesia dan menampilkan kemajuan serta perkembangan dalam pengurangan emisi karbon melalui efisiensi energi, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, edukasi perubahan iklim, inovasi teknologi, investasi dan pasar karbon, energi berkelanjutan serta green business untuk masa depan berkelanjutan.

Bertempat di Jakarta Convention Center, acara puncak ICCEFE 2014 dibuka secara resmi oleh Menteri pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Linda Amalia Sari Gumelar pada tanggal 2 Mei 2014.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) sebagai salah satu stakeholder dalam bidang pertanian, ikut mendukung suksesnya ICCEFE 2014 dengan melakukan exspose hasil pembangunan pertanian. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai media sosialisasi kepada masyarakat mengenai dua kegiatan utama Ditjen PSP yang terkait dengan antisipasi perubahan iklim.

Yang pertama, Ditjen PSP memfokuskan pada program Pengembangan SRI (System of Rice Intensification). SRI merupakan suatu teknik budidaya padi dengan memanfaatkan teknik pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara. Dimana melalui teknologi SRI diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi 50 persen bahkan mampu mencapai 100 persen. Selain itu, teknik budidaya padi SRI merupakan sistem pertanian yang ramah lingkungan karena mengutamakan penggunaan bahan organik sehingga mampu mendukung terhadap pemulihan kondisi lahan yang cenderung mengalami leveling-off. Dengan program SRI ini, diharapkan Ditjen PSP mampu berkontribusi dalam pencapaian surplus beras yang tentunya akan meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.

Yang kedua, Ditjen PSP juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan teknologi konservasi air yang sederhana, Embung. Embung merupakan salah satu teknik pemanenan air (water harvesting) sehingga dapat berfungsi untuk mengatasi kekeringan. Selain itu, embung merupakan bangunan konservasi air yang sangat ramah dengan petani karena tidak memerlukan aturan teknis tertentu dalam proses pembangunannya. Dengan teknologi sederhana ini diharapkan petani mampu mengantisipasi dampak-dampak yang diakibatkan oleh perubahan iklim sehingga tetap produktif.

ICCEFE 2014 ditutup oleh Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Indonesia, Ir. Rachmat Witoelar pada tanggal 4 Mei 2014.

Selain Kementerian Pertanian, peserta lain yang berpartisipasi dalam ICCEFE 2014 antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Kementerian Lingkungan Hidup, Pemda DKI Jakarta, Badan Informasi Geospasial dan instansi terkait lainnya.

 

Dokumentasi :

Stand Kementerian Pertanian

Kunjungan Mahasiswa IPB ke Stand Kementerian Pertanian

Memberikan Kuisioner kepada pelajar yang mengunjungi Stand Kementerian Pertanian

Kunjungan MNC Media ke Stand Kementerian Pertanian

Acara Talk Show pada Pameran Perubahan Iklim (Indonesia Climate Change Education Forum dan Expo ke-4)

Poster AMA (Antisipasi, Mitigasi, Adaptasi) untuk mengatasi perubahan Iklim

 

Statistik Pengunjung
13005
Hits Hari Ini 157
Total Hits13005