Selasa, 7 Januari 2,8:59 am | Dilihat .

Gerakan Olah Tanah dan Tanam Serta Pengendalian Tikus Kerjasama TNI, Kementan dan Masyarakat

“ Ketahanan  sebuah negara bergantung pada ketahanan pangannya. Untuk itu, seluruh sektor dan komponen bangsa harus mendukung pertanian, termasuk perlindungan lahan pertanian, pengembangan dan penerapan teknologi pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani, agar produksi pangan Indonesia meningkat dan tidak bergantung pada negara lain”, papar Menteri Pertanian Suswono yang didampingi Panglima TNI Jenderal Moeldoko seusai melakukan pengolahan lahan sawah dan penanaman benih padi menggunakan Transplanter. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (23/12).

Pada kesempatan yang sama Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan belasan pompa air dan hand Traktor untuk petani. Suswono dan Moeldoko bersama Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sumarjo Gatot Irianto, serta 100 prajurit TNI dan kelompok tani setempat juga memasang lembaran fiber pencegah hama tikus disekeliling sawah milik petani. Bantuan fiber untuk 33 kelompok tani ini sepanjang 278.000 meter senilai Rp. 3 miliar.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan, pihaknya telah siap menurunkan personelnya bekerja sama dengan Kementerian Pertanian membantu petani untuk mengembalikan swasembada pangan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Suswono menegaskan, petani membutuhkan teknologi dan mekanisasi, antara lain melalui pengadaan alat mesin  pertanian atau alsintan untuk mendukung peningkatan produksi. Apalagi, lahan sawah terus berkurang karena berbagai kepentingan, biaya produksi juga semakin tinggi dan tidak efisien. Selain itu, tenaga kerja disektor pertanian terus menurun dan semakin mahal, sehingga diperlukan alsintan seperti negara-negara lain.

Pimpinan TNI sudah lama berkomitmen dan merealisasikan bantuan pemikiran dan tenaga untuk membantu pertanian. TNI telah mengerahkan personel untuk membantu petani agar biaya produksi bisa ditekan. TNI pun semakin dekat dengan rakyat. Kementerian Pertanian sudah bekerja sama dengan TNI disejumlah daerah.

Peran Pemerintah Daerah juga sangat penting dalam mendukung program Kementerian Pertanian. Kepala daerah diminta berkomitmen tidak mengalihfungsikan lahan pertanian menjadi non pertanian. Menteri Pertanian Suswono menegaskan agar para Bupati tidak mengalih fungsikan lahan pertanian diwilayahnya ke non pertanian.

Mentan mengingatkan, pada tahun 2050 penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 300 juta jiwa sehingga kebutuhan pangan akan meningkat dua kali lipat dari saat ini. Oleh karena itu, diingatkan klaten yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional harus dijaga. Bupati jangan hanya memikirkan daerahnya saja tapi juga berpikir secara nasional, ungkapnya.

Menyinggung gerakan Olah Tanah dan Tanam yang merupakan kerjasama Kementerian Pertanian dengan TNI, Suswono menyatakan, gerakan tersebut sangat penting karena merupakan salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan, yang merupakan kunci pertahanan negara.***

 

Gambar. 1. Menteri Pertanian, Panglima TNI,  Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian beserta rombongan berjalan menuju lokasi kegiatan

 

Gambar. 2. Lokasi Kegiatan di Kec. Juwiring, Desa Bolopleret, Kabupaten Klaten

 

 

Gambar. 3. Kegiatan Pengolahan Tanah Secara Simbolis Menggunakan Traktor

 

Gambar. 4. Kegiatan Tanam Padi Secara Simbolis Menggunakan Transplanter

 

Gambar 5.    Menteri Pertanian, Panglima TNI dan Dirjen PSP Memberikan Keterangan Pers

           

Gambar. 6. Petani dan TNI Bersinergi Dalam Mengolah Lahan Pertanian

 

Gambar. 7. Kegiatan Pemasangan Fiber Secara Simbolis Untuk Mengendalikan Hama Tikus

 

Gambar. 8. Pemberian Bantuan Alsintan Dan Fiber Oleh Menteri Pertanian

 

Gambar. 9. Temu Wicara Dengan Kelompok Tani/Gapoktan di Kab. Klaten

 

Gambar. 10. Temu Wicara Dengan Kelompok Tani/Gapoktan di Kab. Klaten

 

                     

Statistik Pengunjung
13011
Hits Hari Ini 163
Total Hits13011