Minggu, 15 Septembe,11:44 am | Dilihat .

Dirjen PSP Panen Perdana Sorgum

Untuk bisa menghemat penggunaan terigu, Dirjen PSP DR Gatot Irianto menyarankan kepada para penjual mie bakso dipedesaan termasuk di Bantul dapat membuat pentolan bakso dan pangsit dari tepung terigu yang dicampur tepung sorgum. Karena selama ini membuat mie 100 persen bahan bakunya dari terigu. Hal ini diungkapkan di sela-sela acara panen perdana Sorgum yang dilaksanakan pada Kelompok Tani Giri Maju di desa Kapingan Temuwuh kecamatan Ndlingo Kabupaten Bantul, DI. Yogyakarta (4/3-2012).

Menurut Gatot Irianto, saat ini konsumsi terigu kita kian hari kian membengkak yang seluruh bahan bakunya diimpor dari luar Negeri terutama dari Turki, dan Australia. Impor terigu tidak mungkin disetop, karena terigu selain dikonsumsi oleh masyarakat sebagai bahan pangan kedua masyarakat sesudah beras, juga sebagai bahan baku pabrik mie dan aneka rerotian. Hadir dalam acara panen perdana Sorgum tersebut adalah Bupati Bantul Sri Surya Widati, Dirjen PSP Dr. Gatot Irianto, Kepala Dinas Tanaman Pangan Kab. Bantul, Dirut PT Silva Ir. Hilman Manan Dipl.HE, para tokoh masyarakat dan para petani terutama Kelompok Tani Giri Majudi Desa Kapingan Temuwuh Kecamatan Ndlingo Kabupaten Bantul. Bupati Bantul sangat berharap agar tanaman sorgum bisa lebih diperluas dan ditingkatkan produktivitasnya.

Pasar Cukup Mendukung Sejak dahulu kala petani di Wilayah Bantul, D.I. Yogyakarta sudah mengenal sorgum dengan nama Cantel. Pasar sorgum di Bantul cukup mendukung antara lain PT. Bogasari, dan PT. Indofood yang siap menampung sorgum yang dihasilkan selain pasar lokal. Bahkan bupati Bantul telah mengimbau untuk memperluas pertanaman sorgum di 3 desa yaitu di Desa Mangunan, Temuwuh dan Sidomulyo, serta di sela-sela kebun buah Mangunan pun potensial untuk perluasan tanaman sorgum. Namun demikian kendala yang dihadapi petani sorgum di Bantul adalah benih masih kurang tersedia, hama cukup banyak, antara lain hama penggerek batang dan burung pipit. Kondisi tersebut karena areal pertanaman sorgum masih sedikit (baru sekitar 10 ha), jika pertanaman sudah cukup luas dan dilakukan secara serentak, tentu serangan burung pipit akan menyebar ke berbagai wilayah pengembangan sehingga tidak merugikan menyarakat. Multi Manfaat Salah satu kelebihan sorgum adalah memiliki kadar zat besi yang cukup tinggi yaitu 4,4mg/100g biji, sedangkan pada tepung terigu kadar besinya hanya 1,2mg/100g biji. Dengan demikian produk mie yang dihasilkan selain lebih bergizi dengan adanya zat besi dari tepung sorgum juga dapat dijual dengan harga yang lebih murah. Hasil penelitian dari Badan Litbang Pertanian tentang penggunaan tepung komposit terigu campur sorgum untuk produk mie hasilnya cukup baik.

Pemanfaatan sorgum sebagai bahan pangan di dunia menempati peringkat ke-5 setelah gandum, padi, jagung dan barley. Selain dapat dikonsumsi sebagai bubur (pooridge), dapat diolah menjadi dodol, tape, roti, tepung, dan sirup. Biji sorgum dapat digunakan sebagai bahan baku industri lem dan bir serta sebagai media starter perbanyakan jamur kayu yang lebih baik daripada jagung dan beras. Untuk industri, sorgum dapat diolah menjadi alkohol, mono sodium glutamat, spirtus dan lain-lain. Sedangkan untuk pakan ternak selain biomas batang dan daun, dedak sorgum dapat digunakan sebagai konsentrat dalam ransum pakan ternak. Dengan kian membengkaknya impor gandum, tepung sorgum diharapkan dapat digunakan sebagai bahan subtitusi khususnya untuk terigu kualitas 3 dan 4 (Kencana biru dan Kencana merah yang peruntukannya lebih banyak pada jajanan pasar).

Tanaman sorgum mempunyai kelebihan dibanding tanaman lain seperti padi, jagung, singkong, atau tebu karena daya adaptasi tanaman sorgum luas, kebutuhan airnya lebih sedikit sehingga dapat dibudidayakan di daerah kering beriklim kering yang identik dengan lahan marginal. Kelebihan lain sorgum dapat diratun 2 kali dan mampu menghasilkan biji. Hasil penelitian dari 14 galur/varietas sorgum yang dilakukan oleh Balitsereal di Maros menunjukkan bahwa penurunan bobot biomas pada pertanaman ratun pertama hanya sekitar 2-40%, dan jika diratun satu kali lagi (ratun ke II), hasilnya juga masih lumayan. Varietas Numbu yang dihasilkan oleh Balitsereal walaupun tidak tergolong sebagai sorgum manis, tetapi dapat menghasilkan Nira sejumlah 6.653,06 liter/ha. Dalam pemanfaatan etanol, sebagai pengganti minyak tanah, kadar etanolnya sekitar 40-60% (Baltsereal, 2010).

Penanaman Sorgum di desa Kapingan Temuwuh kecamatan Ndlingo Kabupaten Bantul, DI. Yogyakarta dilaksanakan pada minggu I Nopember 2011, dan panen telah dilaksanakan pada akhir Pebruari sampai awal Maret 2012. Hasil panen kurang optimal hanya rata-rata sekitar 2 ton/ha, karena penanaman dilaksanakan saat masih banyak hujan. Namun yang diharapkan akan dipanen optimal adalah hasil ratun pada musim berikutnya (periode tanam Maret-Juni 2012), karena sorgum akan tumbuh optimal di musim kemarau.

Statistik Pengunjung
13001
Hits Hari Ini 153
Total Hits13001