Jumat, 14 Maret 201,9:43 am | Dilihat .

Mentan : "Tidak Akan Terjadi Kelangkaan Pupuk"

Menteri Pertanian Suswono menyatakan pemerintah telah mengalokasikan dana subsidi pupuk sebesar Rp18 triliun hingga tahun depan sebagai upaya menjamin ketersediaan bahan penyubur tanaman.

"Dengan anggaran sebesar itu, kami menjamin tidak akan terjadi kelangkaan pupuk. Harga pupuk pun akan terjangkau karena besarnya subsidi itu," katanya di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa fenomena kelangkaan pupuk yang selama ini terjadi karena ada permainan oleh pedagang sehingga hal tersebut merugikan petani.

"Jika pupuk langka, pasti ada permainan. Padahal, stok pupuk bersubsidi petani sangat cukup dan jikapun masih kurang pasti akan kami tambah," katanya.

Ia meminta pada para petani apabila ada kelangkaan pupuk atau menemukan terjadinya penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi diharapkan hal itu bisa diadukan langsung.

"Pengaduan itu bisa langsung disampaikan melalui pesan singkat. Kalau ada penyimpangan, silakan adukan ke saya ke nomor telepon 081383034444," katanya.

Ia mengatakan adanya penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi karena terjadi perbedaan (disparitas) harga cukup tinggi pupuk bersubsidi dan yang tidak (Nonsubsidi).

Disparitas harga pupuk, kata dia, hampir mencapai separuh, sehingga hal itu diduga memicu penyelewengan oleh oknum-oknum di berbagai daerah.

Menurut dia, lemahnya pengawasan distribusi pupuk bersubsidi karena tidak adanya tindakan tegas dari para penegak hukum sehingga para pelaku tidak jera.
"Banyak kasus penyelewengan pupuk yang tidak sampai ke Pengadilan," katanya.

Mentan juga menyampaikan petani yang mengalami gagal panen atau puso akan mendapatkan asuransi.

"Saat ini, lahan pertanian milik petani yang gagal panen atau puso akan diberi bantuan biaya pengolahan. Akan tetapi skema ke depan akan diatur melalui asuransi," katanya. (DW/Antara Jateng.com)

Statistik Pengunjung
13005
Hits Hari Ini 157
Total Hits13005