Jumat, 14 Maret 201,9:44 am | Dilihat .

Mentan : "Perubahan Iklim dan Pengurangan Luas Tanam Penghambat Peningkatan Ketahanan Pangan"

Menteri Pertanian  Suswono dalam acara Temu Wicara dengan Gapoktan/Kelompok Tani Se Kabupaten Pekalongan di Pendopo Kantor Bupati Pekalongan (05/10/13) mengungkapkan bahwa dua hal yang menghambat peningkatan produksi pangan yaitu perubahan iklim dan luas lahan yang terus berkurang. Sekarang ada istilah kemarau basah, yang membuat petani sulit menentukan waktu tanam. Untuk itu kita perlu pintar adaftasi. Gunakan kalender tanam yang dikeluarkan Kementerian Pertanian. Selain itu luas lahan yang terus berkurang juga sangat mempengaruhi dalam peningkatan ketahanan pangan. Menurut Mentan, pengurangan lahan produktif tiap tahun mencapai 100 ribu hektar. Lahan tersebut banyak jadi  bangunan baik perumahan, pabrik dan lainnya. Padahal  luas lahan ideal bagi petani agar usaha taninya menguntungkan adalah 2 hektar.

Mentan yang didampingi Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa swasembada pangan harus menjadi target. Untuk itu, selain melalui peningkatan luas tanam dan produktivitas, juga  perlu diterapkan diversifikasi pangan. Ia menyarankan kepada masyarakat yang hadir untuk membiasakan makan jagung dan ubi, jangan hanya mengandalkan pada beras.

Menyinggun masalah irigasi,  Mentan  mengatakan bahwa saat ini banyak irigasi yang rusak mencapai 52 persen baik kerusakan ringan maupun kerusakan berat dan membutuhkan biaya 21 triliun untuk memperbaikinya.  

Bupati Pekalongan dalam sambutan singkatnya mengharapkan bahwa sebaiknya impor produk pertanian dihentikan,  apalagi bila yang diimpor adalah jenis kacang-kacangan dan beras. Menurutnya hal itu sama saja dengan menyepelekan petani-petani.  

Pada kesempatan yang sama, Mentan menyerahkan bantuan kepada Gapoktan dan kelompok tani berupa dana PUAP untuk 9 Gapoktan, 9 unit pompa air , 2 unit Rice Transplanter dan 4 unit Chopper. (DW) ***

Statistik Pengunjung
13005
Hits Hari Ini 157
Total Hits13005