Jumat, 14 Maret 201,9:44 am | Dilihat .

Dirjen PSP : "Saya Akan Mengawal Dana PUAP"

“Uang yang disalurkan tidak saja uang masyarakat yang diminta pertanggung- jawaban di dunia tetapi juga akan diminta pertanggungjawaban di padang mahsyar,  dan saya akan ikut mengawal dana PUAP ini sampai kemanapun dana PUAP digunakan”.  demikian tutur Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian DR. Ir. Sumardjo Gatot Irianto dalam wawancara dengan TVOne di hadapan pengurus dan anggota Gabungan Kelompok Tani Sri Tani,  di pesawahan desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang. (27/9/13).  

Menurutnya,  PUAP bertujuan memberikan pinjaman permodalan kepada petani yang selama ini terjerat dengan rentenir yang suku bunga pinjaman mencapai sepuluh kali lipat. PUAP adalah pinjaman tanpa bunga. Dari mereka, oleh mereka, untuk mereka.

PUAP mulai digulirkan tahun 2008/2009 dan hingga kini telah mencapai 4.700 Gapoktan. Sasaran dari PUAP adalah untuk memberikan pinjaman permodalan bagi usaha tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan hortikultura. PUAP diperuntukan untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk mendapatkan nilai tambah dari usaha yang dilakukannya.

Gatot Irianto menambahkan bahwa target dari PUAP adalah petani bisa mandiri dan lebih sejahtera serta menjadi tuan rumah di sawahnya sendiri. Seperti pada Gapoktan Sri Tani pimpinan Imron Rosadi, yang awalnya hanya diberi bantuan 100 juta rupiah pada tahun 2008, sekarang sudah berkembang menjadi lebih dari 500 juta rupiah.

Ia berharap kepada tokoh masyarakat, aparat desa, dinas pertanian, penyuluh, tokoh agama ikut mengawasi penggunaan dana PUAP. Ada beberapa PUAP yang dananya berkurang akibat dari pengelolaan pengurus yang kurang profesional. Ditjen PSP pun telah mengaudit seluruh PUAP di Indonesia, mana yang sakit, setengah sakit dan yang sehat. Dan sudah memetakan datanya. Diharapkan kedepannya bahwa PUAP yang sudah ada didorong lebih produktif lagi. (DW)*** 

Statistik Pengunjung
13004
Hits Hari Ini 156
Total Hits13004